Jejaring Sosial : Sebuah Cerita Kecil Si Affan


“You’ve got mail….”

Kenapa permintaan pertemananku kok sampai sekarang belum di konfirmasi?

Affan meletakan Hpnya lagi, dia serasa sudah bosan dengan SMS yang isinya itu-itu melulu.  Sejenak ini memikirkan, apakah dirinya terlalu sombong, apa terlalu angkuh untuk tidak merespon dan meng-iya-kan permintaan pertemanan di jejaring sosialnya.

 

Affan mencoba untuk menghela nafas panjang, disandarkan badanya disisi ranjang tidurnya. Dia berusaha untuk tidak  memikirkan hal itu lagi, ditariknya novel kesayangannya, The Magician: The Secret of Nicholas Flamel. Affan mencari-cari halaman dimana dia terakhir membacanya.

“You’ve got mail..”

Dering SMS dari ponselnya membuyarkan konsentrasinya.

Kenapa..kenapa…kenapa….

Affan menggeleng, ternyata masih SMS yang sama.

Maaf belum sempat buka FJejaring Sosial (JS)! Balas Affan singkat.

 

Sebenarnya Affan tidak mau dan tidak ingin bersikap seperti itu, karena itu bukanlah dirinya. Tapi peristiwa beberapa waktu yang lalu, masih terngiang dalam ingatanya. Affan sadar, hal yang paling tidak disukainya adalah memiliki sikap bagai air di daun talas, begitu juga dalam menjalin persahabatan. Sikap mencla-mencle tidak pernah ada dalam kamus hidupnya,

 

Beberapa bulan sebelumnya, Awal 2010

Chatting!

 

Kamu (U)         : Masih sering login JS?

Aku (A)           : Yaaa.. lumayan lah.

 

U         : Ouww…

A         : Kenapa memangnya…

U         : Memang kamu belum baca artikel di Blogku,

A         : Sudah,

U         : Terus knp kok masih JS-an?

A         : Memang apa salahnya?

U         : Kan itu sudah tertulis jelas disitu,

A         : Terus kenapa memangnya?

U         : Ya seharusnya kita harus meninggalkannya?

A         : Memang harus seperti itu?

U         : Ya, sekedar mengingatkan sih,

A         : Kan tergantung individu masing2, mau dibawa kemana.., terus kalau kamu??

U         : Kalau aku, punyaku udah aku non aktifkan, karena aku tahu, aku nggak boleh.

A         : Memang sampai segitunya ya…

U         : Ya, dan teman-temanku pun sudah aku remove semua.

A         : …..

 

U         : Karena itu, aku mematikan akun JSku.

A         : Itu terserah kamu ya, pasti ada sisi negative maupun sisi positifnya

A         : Itu juga kembali ke individu masing2,

A         : Jika kita bisa mengambil sisi positifnya, banyak tentunya yang bisa kita dapat.

A         : Kalau keyakinanmu seperti itu, aku nggak nglarang.

A         : Itu hak mu kok…

Dan catting pun berakhir.

 

Beberapa bulan selanjutnya…

 

Affan membuka akun JSnya, “Satu permintaan pertemanan”, Affan pun terperangah, dia tidak percaya. Hah!! Anak ini lagi!!. Katanya sudah nggak mau JS-an, karena ini itu, Kok dia nongol lagi! Affan ragu, antara ingin memencet tombol “terima” atau “tolak”.

 

Affan mengurungkan niatnya, dia masih ingat sekali celoteha anak itu yang dulu, yang ini  itu. Dasar Orang nggak punya pendirian!! Guman Affan. … Astaghfirullah…, sejenak Affan terbawa emosi. Tapi dia berusaha meredamnya, menaruh dalam-dalam di dalam hatinya yang paling dingin. Affan terdiam…

 

Bebarapa hari kemudian…. (saat ini)

 

Affan meraih ponsel dimejanya,

Biarlah apa yang terjadi mengalir begitu saja, seperti air.

—pesan terkirim—-

 

Affan berharap apa yang dilakukannya tersebut bisa menjadi hikmah bagi sahabatnya yang disebrang sana, agar sahabatnya tidak seperti orang yang suka menjilat ludahnya sendiri. Affan tetap mendoakan demi kebaikan sahabatnya…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s