Tak terasa bulan suci Ramadhan telah meninggalkan semua, semoga kita semua mendapatkan keberkahan darinya. Amin. Dan kemenangan pun telah tiba… Hari Raya Idul Fitri 1432H seiring dengan berkumandangnya takbir-takbir menyebut kebsaran Allah SWT. Semua berasuka cita, saling sapa, saling senyum, dan saling memaafkan. Karena hari ini, semua umat Islam kembali kedalam fitrahnya….
* * *
Tak terasa hampir dua bulan saya disini, ditempat yang baru, yang belum pernah saya menginjkan kaki sebelumnya. Jaro, salah satu daerah yang terdapat di kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan,
namun bagian timur hampir perbatasan dengan Kalimantan Timur.
Sempat merasa asing dan tidak kerasan saya berada disini, meski sbagian besar penduduk disini perantauan dari Jawa-sejarah bercerita Jaro berasal dari kata Jawa Separu-namun masih terasa berbeda. Dalam beberapa hari rasa jnuh dan galau sering menghampiri. Tak ada sanak dan kerabat yang saya miliki disini, namun keramahan dari lingkungan sekitar dan teman-teman disini, lambat laun rasa itu pun pergi. Dan saya pun mulai bisa menjalaninya disini..
Namun, kesedihan itu serasa datang kembali. Di hari kemenangan ini, saya tidak dapat pulang dan berkumpul dengan keluarga, sanak kerabat, sahabat dan teman-teman saya yang ada di Jawa. Hal ini karenakan tak ada waktu yang cukup untuk saya pulang ketanah kelahiran-rutinitas mudik. Dan ini benar-benar menjadi pengalaman hidup saya selama ini. Kami (saya, keluarga, dan teman-teman) hanya saling bertegur sapa dan memohon maaf melalui telepon dan sms, terkadang ucapan tersampaikan juga melalui media jejaring sosial. Sehingga rasa rindu bisa sedikit terobati.
Sungguh luar biasa jaman sekarang. Tidak seperti jaman saya masih kecil dulu, dulu ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, belum ada yang namanya internet, hp, telepon, bahkan listrikpun telat masuk ke desa saya. Ketika itu-masih jelas teringat-saat Ayah masih menjadi TKI di Malaysia, ucapan dan saling sapa masih tersalurkan melalui media surat. Bahkan saat hari raya seperti ini, Ayah selalu mengirimkan kartu ucapan lebaran, dan ada juga yang bersuara-sungguh menjadi hal yang ajaib pada waktu itu.
Sekarang, semua tinggal klik! tanpa menunggu berhari-hari kita sudah bisa berkomunikasi dengan semua kerabat kita.
Kembali pada hari raya Idul Fitri kali ini, saya pun juga mengikuti sholat ied seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Sholat Ied disini benar-benar terasa berbeda, kalau di kampung halaman saya, sholat Ied bisa dilakukan di mushola-mushola bahkan dirumah orang tertentu. Disini surau dan mushola sepi, semua warga berkumpul di masjid Jami’. Benar-benar pengalaman baru bagi saya, mungkin bagi sebagian orang biasa, namun bagi saya menjadi pengalaman tersendiri.
Dari jauh saya hanya bisa berdoa bagi Ayah dan Ibu, Adik dan seluruh keluarga besar saya agar selalu dalam lindungan Alloh SWT. Amin. Dan juga buat teman-teman dan sahabat saya di Jawa, meski jabat tangan tak bisa saya lakukan, namun dengan tulus dan ikhlas saya mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan saya. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.



